noTnoob Team
noTnoob Team Part of noTnoob Team, we delivered the best insight and knowledge for you to read and spread.

Apa itu Web Statis dan Dinamis?


Apa itu Web Statis dan Dinamis?

Apa itu web statis dan dinamis dalam dunia web development?

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang perbedaan keduanya, ada baiknya kita terlebih dahulu memahami cara kerja sebuah halaman web tersebut di internet.

Browser dan server memiliki peran vital untuk menjalankan sebuah halaman website di internet. Menggunakan sebuah metode bernama Hypertext Transfer Protokol (HTTP) untuk berkomunikasi antara client (web browser) dan server (web server).

Cara kerja web statis

apa itu web statis dan bagaimana cara kerjanya?

Cara kerja web statis sendiri cukup sederhana, yaitu client (web browser) mengirimkan sebuah request (HTTP Request) kepada server, untuk kemudian server akan mengirimkan kembali hasilnya kepada browser (HTTP Response) berupa halaman statis (HTML).

Dengan kata lain, web statis tidak membutuhkan sebuah database. Komunikasi keduanya hanya terjadi antara client (yaitu web browser) dan server (yaitu web server). Karena data tersebut telah disimpan di server tanpa menggunakan database. Data tersebut akan dirender menggunakan metode (HTTP Response) ketika user melakukan sebuah request (HTTP Request) ke server tersebut.

Web statis cenderung memiliki tampilan yang tetap, tidak dapat berubah secara berkala. Hanya orang dengan akses tertentu yang dapat merubah apa isi halaman tersebut.

Cara kerja web dinamis

apa itu web dinamis dan bagaimana cara kerjanya?

Sedangkan cara kerja web dinamis yaitu, client akan mengirimkan request (HTTP Request) tersebut ke server (web server), kemudian server akan meneruskannya ke sisi database, ketika hasil yang direquest oleh client (web browser) tersebut match (cocok), maka database akan memberikan hasil request ke sisi server, dan server akan meneruskannya ke sisi client.

Lalu apa yang terjadi ketika request dari client tidak cocok? Tentunya server akan mengirimkan sebuah notifikasi kepada browser jika request tersebut tidak ada, atau biasa disebut NULL / undefined.

Web dinamis membutuhkan database untuk menyimpan informasi / data-data dari pengguna. Sehingga data-data tersebut dapat dirubah-ubah sesuai kemauan client dan user yang memiliki hak akses di dalamnya.

Lalu apa kelebihan dan kekurangan keduanya?

Baik web statis dan dinamis, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing di dalam dunia web development.

Web Statis

Kelebihan web statis di antaranya adalah:

  • Tidak membutuhkan database.
  • Proses development yang lebih simple dan cepat.
  • Tidak membutuhkan server / hosting khusus untuk menjalankan project tersebut.
  • Tidak membutuhkan banyak ruang penyimpanan / irit resource.
  • Loading time cenderung yang lebih cepat.
  • Lebih mudah untuk dimaintain.
  • Lebih aman dari serangan cyber.
  • Hosting gratis, hanya membutuhkan domain (bahkan bisa gratis).
  • Perkembangan framework yang lebih modern dan custom sesuai keinginan.

Kekurangan:

  • Setiap perubahaan dilakukan secara manual.
  • Tidak cocok untuk memuat banyak content / data.
  • Membutuhkan skill khusus untuk melakukan up & running.
  • Memiliki tampilan yang cenderung membosankan (optional).
  • Web Statis hanya bisa dibangun menggunakan native / framework.

Masih belum jelas perbedaan cms dan framework? check this out!


Web dinamis

Selain web statis yang memiliki banyak kelebihan, begitu pula dengan web dinamis.

Beberapa kelebihan dan kekurangan web dinamis antara lain:

  • Isi halaman yang dapat berubah-ubah secara berkala.
  • Custom tampilan lebih mudah.
  • Mampu menampung beribu-ribu halaman dengan isi konten yang selalu berubah-ubah.
  • Theme yang berlimpah jika menggunakan CMS.
  • Cocok untuk sebuah aplikasi yang complex.
  • Tidak membutuhkan skill khusus, karena ketersediaan CMS.
  • Pengumpulan informasi dari client lebih mudah.

Kekurangan:

  • System development yang complex meskipun menggunakan CMS.
  • Perlu dilakukan optimasi untuk mendapatkan performa handal.
  • System keamanan berdasarkan owner.
  • Membutuhkan hosting berbayar.
  • Membutuhkan hosting / server khusus sesuai requirements project.
  • Perlu dilakukan maintenance rutin agar dependencies selalu update.

situs download gambar hd terbaik

Itu lah beberapa kelebihan dan kekurangan web statis dan dinamis.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan di atas, tentunya penggunaan keduanya akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan project.

Contoh kasus pertama: statis website akan sangat cocok digunakan untuk sebuah landing page company profile yang memiliki informasi about, contact, portfolio, dan project. Ataupun sebuah blog kecil dengan post yang terbatas. Walaupun sekarang web statis telah mengalami perkembangan pesat yang mampu menampung ratusan blog post.

Contoh kasus kedua: website dinamis sangat cocok digunakan jika kita seorang blogger yang memiliki ratusan artikel beserta komentar di setiap artikelnya. Dengan isi artikel yang tentunya akan selalu kita update dan komentar yang akan selalu bertambah, maka kita membutuhkan website dinamis untuk menyimpan data dan informasi tersebut.

Saya pribadi lebih suka menggunakan static site. Seperti yang saya gunakan di blog ini dan ini.

Karena semakin berkembangnya teknologi, kita tetap dapat menggunakan web statis yang dapat terintegrasi dengan database menggunakan teknologi API (Application Programming Interface).

comments powered by Disqus