Mau backlink gratis? Submit URL Kamu di sini!

Twitter Sebagai Media Afiliasi Negara

United States state-affiliated media

Politisi dan penyiar kondang asal Inggris, George Galloway telah menjadi berita utama di Inggris dan mengancam untuk menuntut Twitter memberikan label “media yang berafiliasi dengan negara Rusia” pada akun twitternya.

Galloway berpendapat bahwa meskipun siarannya sebelumnya telah ditayangkan oleh outlet media pemerintah Rusia yaitu Russia Today dan Sputnik, karena outlet tersebut telah ditutup di Inggris oleh Ofcom dan terkena sanksi Uni Eropa.

Tweet George Galloway yang mengancam akan menuntut pihak Twitter atas label sepihak yang diberikan.

Jika Anda menerima argumen tersebut, maka Twitter pada dasarnya memberikan label tersebut karena alasan pribadi, sebagai penanda siapa Galloway sebagai pribadi, bukan sebagai penanda apa yang sebenarnya dia lakukan.

Sebagai informasi, George Galloway adalah mantan anggota dan ketua partai buruh (Workers Party) di parlemen inggris.

Pada tweet di atas, George mengatakan akan menuntut apa yang dilakukan twitter secara sepihak kepada akunnya. Di mana George merasa dia bukanlah agen ataupun pembawa acara resmi di media Rusia yaitu Russia Today.

Jika memang twitter memberikan label tersebut secara sepihak tanpa persetujuan pemilik akun, maka bukanlah tidak mungkin bahwasanya twitter adalah salah satu senjata politik berbasis sosial media yang digunakan oleh pemerintah Amerika untuk menyerang siapapun yang bertentangan dengan pandangan politik mereka.

Terlepas Anda suka ataupun tidak dengan George Galloway, maka sudah sepatutnya hal tersebut sangatlah “absurd” karena seharusnya sosial media berdiri secara independen dan tidak memihak kepada siapapun (bersikap netral) dan di luar politik.

Baca juga:
Bagaimana Cara Raksaksa Teknologi Meraup Untung?
Hukum Internasional Adalah Konsep Yang Tidak Berarti Jika Hanya Berlaku Untuk Musuh AS

Semenjak pemilu 2016 di Amerika, perusahaan besar yang bermarkas di Silicon Valley telah mendapatkan tekanan dari pemerintah (Kekaisaran Amerika) untuk mengatur konten yang mendukung pembentukan kekuasaan setelah pemilihan 2016.

Pada tahun 2020 Twitter adalah salah satu dari banyak perusahaan Silicon Valley yang berkoordinasi langsung dengan lembaga pemerintah AS untuk menentukan konten apa yang harus disensor untuk “mengamankan” pemilihan presiden. Pada tahun 2021 Twitter mengumumkan bahwa mereka mengatur pembersihan massal akun asing atas saran dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI), yang telah menerima dana dari banyak lembaga pemerintah termasuk Departemen Luar Negeri AS.

“ASPI adalah lengan propaganda CIA dan pemerintah AS,” kata diplomat veteran Australia Bruce Haigh kepada Mintpress News di sela-sela interviewnya:

“ASPI adalah salah satu senjata yang dimiliki pemerintahan Amerika. Dikuasari oleh pemerintah Amerika dan produsen senjata Amerika. Pertanyaannya, mengapa mereka dibiarkan berada di pusat pemerintahan Australia ketika mereka (ASPI) memiliki begitu banyak dana asing (Amerika)?, saya tidak tahu. Jika itu didanai oleh pihak lain (pemerintah Amerika), imaka seharusnya mereka tidak berada di situ (di dalam pemerintahan Australia)”

Bruce Haigh – Mintpress News

Twitter juga telah mengoordinasikan pembersihan akun secara massal dengan perusahaan keamanan siber bernama FireEye, yang dijelaskan oleh artikel Sputnik 2019 oleh jurnalis Morgan Artyukhina ini “didirikan pada tahun 2004 dengan uang dari cabang modal ventura CIA, In-Q-Tel.”

Sudah bukan rahasia lagi jika twitter mengeluarkan statement bahwa mereka akan menghapus akun-akun individual asing yang berafiliasi dengan pemerintah, maka sudah bisa dipastikan mereka tidak akan melakukan hal tersebut kepada akun pemerintahan negara yang mendukung kekaisaran Amerika seperti Kanada, Inggris, Australia, ataupun Israel.

Mereka hanya akan menyasar akun-akun negara yang secara de-facto menentang Amerika seperti Venezuela, Iran, China dan Rusia.

Jika anda perhatian, maka sudah bisa dipastikan bahwasanya mereka tidak ingin publik mengetahui ataupun menelusuri setiap tweet yang mengandung ataupun memiliki unsur-unsur yang berpotensi menguak kebenaran di balik itu semua.


Sejak dimulainya perang di Ukraina, Twitter secara agresif meningkatkan narasi (narasi mainstream media barat) tentang perang dengan cara menunjukkan topik tersebut sesering mungkin kepada pengguna dimana para pengguna sebelumnya tidak tertarik terhadap topik tersebut (tidak berlangganan ke topik), seperti contohnya adalah The Kyiv Independent dengan semua afiliasiCIA didalamnya.

Twitter juga dengan cepat mempromosikan narasi perang dengan menampilkan “War In Ukraine” secara terus-menerus di sisi kanan layar untuk pengguna desktop, yang memuat cerita yang sangat bias terhadap aliansi AS/NATO/Ukraina.

Ada selama satu hari penuh pada bulan lalu di mana setiap kali saya memeriksa Twitter di laptop saya, saya diberitahu bahwa “Rusia terus menyerang sasaran sipil di Kyiv dan di seluruh Ukraina.”

Klaim bahwa Rusia telah “menargetkan” warga sipil pada perang tersebut yang mana tak lama kemudian langsung dibantah sebagai “omong kosong” oleh pakar militer AS yang berbicara kepada Newsweek.

Ketika invasi dimulai, Twitter juga mulai secara aktif meminimalkan jumlah orang yang melihat konten media Rusia, dengan alasan “mengurangi visibilitas konten” dan “mengambil langkah-langkah untuk secara signifikan mengurangi peredaran konten ini di Twitter”. Bukankah seharusnya kita melihat dari dua sisi untuk memahami apa yang sedang terjadi?

Twitter memberikan peringatan kepada siapapun yang menyukai atau melakukan retweet dari media yang melihat dari perspektif Rusia. Mereka akan dengan cepat mengirimkan peringatan bahwasanya pengguna tersebut bisa jadi melakukan kesalahan ketika mereka membaca atau menyebarkan berita tersebut.


Twitter juga mulai menempatkan label “media yang berafiliasi dengan negara Rusia” pada setiap tweet yang dibuat oleh akun pribadi karyawan bahkan mantan karyawan dari platform media Rusia, dengan dalih bahwa opini yang ditulis oleh pengguna akun tersebut berasal dari Kremlin dan bukan dari pendapat pribadi pemilik akun.

Pelabelan ini telah dianggap sebagai pelecehan secara online karena beberapa dari pemilik akun tersebut mendapatkan ancaman dari pihak tidak bertanggung jawab yang mencari target untuk menunjukkan kebencian yang ditanamkan msm (mainstream media) terhadap semua hal yang berbau Rusia.

Karena semakin banyak orang menemukan diri mereka mendapatkan label “media yang berafiliasi dengan negara Rusia”, Twitter secara bersamaan mengumumkan bahwa mereka akan menyembunyikan visibilitas akun apa pun yang memiliki label tersebut.

Twitter mengumumkannya pada hari Selasa mengatakan bahwa mereka “tidak akan merekomendasikan dan akan membatasi akses kepada akun pemerintah dari sebuah negara yang memiliki konflik bersenjata dengan negara lain”, yang mana pernyataan tersebut sangatlah aneh mengingat Amerikalah yang paling banyak memiliki konflik bersenjata dengan negara lain bukan?

Twitter juga menambahkan: “Artinya akun tersebut direkomendasikan kepada pengguna twitter lainnya di bagian timeline, explore, dan beranda serta tempat lainnya di twitter, dan kami akan menerapkan kebijakan ini pertama kali kepada pemerintah Rusia”.

Kebijakan di atas tersebut telah diakui oleh pengguna yang mendapatkan label “Russia state-affiliated media” atau “media yang berafiliasi dengan negara Rusia”. Sehingga Anda semakin memahami mengapa setiap kritik yang ditujukan kepada kekaisaran Amerika di platform sosial media tersebut akan mendapatkan perlakukan yang berbeda dari platform itu sendiri.

Jika Anda penasaran mengapa label “media yang berafiliasi dengan negara” belum diterapkan ke akun Twitter yang terkait dengan outlet yang didanai pemerintah AS dan sekutunya seperti NPR dan BBC, itu karena Twitter secara eksplisit telah membuat celah untuk mengecualikan outlet tersebut dari sebutan seperti itu.

“Organisasi media yang dibiayai negara dengan independensi editorial, seperti BBC di Inggris atau NPR di AS misalnya, tidak didefinisikan sebagai media yang berafiliasi dengan negara untuk tujuan kebijakan ini,” kata aturan Twitter.

Pernyataan dari twitter di atas terdengar sangatlah absurd dan sewenang-wenang bukan?

Masalah Anda menyukai George Galloway atau tidak, saya pikir siapapun akan setuju bahwa jika ada orang yang mencoba mengambil alih independensi redaksi (menyerang secara personal) dan memberi tahu dia apa yang boleh atau tidak boleh dia katakan, maka dibutuhkan tim ahli bedah untuk menghapus George Galloway dari anatomi pribadi mereka.

Banyak orang yang pernah bekerja dengan media Rusia mengatakan bahwa mereka tidak pernah diberitahu apa yang harus dikatakan, dan Galloway pasti salah satunya.

Keputusan perusahaan media sosial yang bekerja sama dengan pemerintah paling berkuasa di dunia untuk mencap orang-orang sebagai “media yang berafiliasi dengan negara” sangatlah mengerikan.

Dengan kata lain, Twitter sendiri adalah media yang berafiliasi dengan kekaisaran Amerika guna melakukan kontrol narasi yang ada platform mereka, begitu pula semua corporate bilioner yang berasal dari Silicon Valley lainnya, mereka adalah media yang berafiliasi dengan pemerintah yang digunakan untuk mengontrol narasi di dunia maya.


Dari kasus di atas, tentunya baik saya maupun Anda mulai memahami bagaimana cara kerja sosial media yang saat ini merajai dunia maya, sehingga di kemudian hari tentunya kita akan lebih bijak dalam menggunakan platform tersebut baik untuk kebutuhan update berita maupun menyampaikan kebebasan berpendapat.

Leave a Comment