Mau backlink gratis? Submit URL Kamu di sini!

Jatuhnya Raja Internet Pertama – Yahoo!

Yahoo pernah menjadi website yang paling banyak dikunjungi, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, senilai $128 milyar dollar.

Pada tahun 90 sebelum adanya search engine atau mesin pencari, dunia internet sangatlah kacau.

Pernah membayangkan browsing di internet tanpa mesin pencari?

Yahoo bermula dari 2 orang mahasiswa bernama “Jerry Yang” dan David Filo yang membuat sebuah website direktori berisikan list / categori website yang mereka suka, dan menamainya ‘Jerry and David’s Guide to the World Wide Web’, yang artinya “petunjuk dari jerry dan david menggunakan internet”.

Singkat cerita, dengan strategi marketing M2M atau mulut ke mulut, website keduanya berhasil mendapatkan banyak pengunjung dalam waktu singkat.

Meskipun demikian, jerry dan david belum menemukan ide bisnis yang bisa dikembangkan melalui website mereka.

Pada tahun 1994, netscape membuat web browser bernama navigator, dalam sekejap, banyak orang yang menggunakan web browser itu.

Netscape juga memberikan referensi ke website milik jerry dan david di halaman browser mereka, sehingga, pengunjung website keduanya semakin melonjak.

Sebagai informasi, sebelum adanya mesin pencari seperti google search, bing ataupun yandex, kita harus mengetikkan nama domain pada kolom web browser. Jadi wajib hukumnya untuk mengingat alamat website yang akan dikunjungi.

Singkat cerita, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah bisnis dari website tersebut dan menamainya yahoo, atau singkatan dari “Yet Another Hierarchical Officious Oracle”.

Next, setiap bisnis, tentunya harus menghasilkan bukan? Jerry dan David juga berpikiran sama, mereka harus menemukan cara untuk mendapatkan uang dari yahoo.

Hal pertama yang dilakukan adalah melalui banner ads.

Banyak perusahaan yang mau membayar yahoo agar url atau link perusahaan mereka muncul di halaman pencarian yahoo. 

Seiring berjalannya waktu, yahoo memutuskan untuk membuat produk mereka sendiri, seperti yahoo sport, yahoo shopping, yahoo games, dan masih banyak lagi. 

Hingga pada tahun 2000, yahoo memiliki sebanyak 400 produk yang berbeda2, kita bisa menggunakan internet selama 24 jam penuh tanpa meninggalkan yahoo. 

Namun produk original mereka yaitu yahoo directory / yahoo search, hanya digunakan sebanyak 20% dari total user saat itu. Sedangkan 80%-nya menggunakan produk yahoo yang lain. 

bisa dikatakan, jika yahoo bukan lagi sebuah directori, tapi yahoo adalah internet itu sendiri, karena semua yang dibutuhkan pengguna ada pada yahoo.

Dalam waktu 6 tahun, market cap yahoo mencapai $128 milyar dollar, menjadikannya perusahaan internet terbesar di dunia dan perusahaan yang paling cepat berkembang.

Satu hari, dua orang mahasiswa mendatangi yahoo dan menawarkan ingin menjual startup mereka seharga 1 juta dolar.

Harga yang sebenarnya sangat kecil untuk yahoo saat itu, tapi sayangnya yahoo menolak tawaran keduanya.

kita semua mungkin sudah bisa menebaknya, startup itu adalah Google. Hal yang pada akhirnya akan disesali oleh Yahoo seumur hidup.

Moment dot com bubble crash atau masa kelam internet membuat perusahaan seperti yahoo kehilangan hampir segalanya. Investor mulai menarik saham mereka, pengiklan juga mengungrangi frequensi iklan mereka. Banyak perusahaan yang mengalami kerugian seperti yahoo.

Setelahnya, Google muncul dengan system yang lebih baik, serta menawarkan pencarian yang lebih cepat dibandingkan yahoo, algoritma google juga dinilai lebih efisien.

Yahoo menyadari jika banyak pengguna mereka beralih menggunakan google.

Beberapa tahun kemudian, yahoo mendatangi google untuk melakukan kesepakatan.

Di mana yahoo menginginkan search engine dari google diintegrasikan dengan halaman pencarian yahoo. Sehingga pengunjung dapat tetap menggunakan google search di halaman website yahoo.

Namun sayangnya hal itu justru menjadi malapetaka untuk yahoo.

Banyak pengguna yahoo yang lebih menyukai google karena hasil pencarian yang lebih akurat.

integrasi yang dilakukan justru memberikan google free advertising atau iklan gratis dari yahoo, karena pada akhirnya pengguna akan tetap dialihkan ke mesin pencari milik google. 

Google juga mulai memperkenalkan google ads, di mana ads tersebut                  akan mencocokan dengan apa yang sedang dicari oleh pengguna, sehingga dinilai lebih relevan dengan hasil pencarian dan tentunya dengan harga lebih murah.

Berbeda dengan yahoo yang hanya menampilkan iklan di halaman depan website tanpa mecocokan keinginan pengguna.

Google pun mulai mengambil alih user yahoo dengan cepat.

Dengan profit yang terus meningkat, google mulai membuat kesepakatan dengan perusahaan internet lainnya seperti firefox hingga saat ini, di mana google akan membayar berapun agar google menjadi search engine default untuk web browser firefox.

Di satu kesempatan, Yahoo pernah mendatangi google dan menawarkan untuk membelnya, namun google menolak dengan cara terus menaikkan harga startup mereka.

Tahun 2006, Yahoo juga pernah melewatkan kesempatan untuk membeli facebook dengan harga 1 milyar dollar.

Yang menarik adalah, yahoo mampu membayar perusahaan lain dengan potensi yang minim, tetapi gagal membeli perusahaan yang memiliki potensi tinggi di masa mendatang.

Yahoo bahkan gagal membeli eBay dan YouTube.

Tentunya yahoo akan merajai internet hingga sekarang jika saja mereka bisa melihat potensi dari sebuah startup yang nantinya akan berkembang.

Apa yang dilakukan yahoo adalah hal yang wajar, mengingat mereka belum sepenuhnya melihat masa depan perusahaan2 tersebut dan yahoo sendiri sedang mengalami crisis internal. 

Yahoo pernah membuat survey, mereka meminta karyawannya menyebutkan satu kata yang pertama terpikirkan jika mendengar nama2 perusahaan ini:

  • Untuk google, karyawan menulis: Search / Mesin pencari
  • Untuk paypal, karyawan menulis: payment / pembayaran
  • Untuk ebay, karyawan menulis: auctions atau lelang
  • Sedangkan untuk yahoo, karyawan menulis banyak kata karena banyaknya produk yang yahoo miliki saat itu.

Yahoo melupakan apa produk utama mereka, banyak karyawan yang mengaku jika mereka mendapatkan terlalu banyak tekanan, hingga pekerjaan yang keluar dari tanggung jawab.

Sebagai contoh, yahoo membeli photo sharing app seperi flickr, sedangkan mereka memiliki photo sharing app mereka sendiri yaitu yahoo photo.

Sehingga membuat fokus perusahaan menjadi terpecah karena mereka harus memaintain kedua produk tersebut di mana keduanya memiliki fungsi yang sama.

Dengan banyaknya produk yang ada, yahoo akhirnya kesulitan untuk memaintain semua produknya, produk yang berbeda dengan bahasa pemrograman yang berbeda, dan seterusnya.

Pada tahun 2008, microsoft pernah menawar yahoo dengan harga lebih dari 44 milyar dollar, namun lagi-lagi yahoo menolak tawaran tersebut. 

Dan, beberapa bulan setelahnya, yahoo menyesalkan kesempatan terakhirnya untuk bisa bertahan karena menolak tawwan dari microsoft. Nilai yahoo turun ke angka 14 milyar dollar.

Salah satu problem yahoo adalah, kurangnya arahan dari CEO yahoo itu sendiri, mereka terlalu banyak berganti CEO selama kurun waktu 6 tahun. Sebuah rekor bukan?

Tahun 2007 terry semmel menjadi ceo, digantikan oleh jerry yang tahun 2007 hingga 2009, digantikan lagi oleh carol bartz tahun 2009 hingga 2011 , kemudian digantikan lagi oleh scott thompson yang hanya bertahan selama 6 bulan di tahun 2012, hingga masuknya CEO yahoo paling terkenal yaitu marissa meyer tahun 2012.

Yahoo merasa tidak sabar dengan kinerja CEO-nya hingga mereka menggantinya hanya dalam waktu singkat. Di mana seharusnya mereka sadar jika proses yang harus dilalui membutuhkan waktu.

Yahoo juga pernah membuat system rating dalam perusahaan mereka untuk menemukan talent yang cocok bagi perusahaan, namun sayangnya, hal itu justru membuat karyawan saling menjatuhkan satu sama lain dan mengakibatkan persaingan yang tidak sehat.

Seiring berjalannya waktu, satu persatu produk yahoo mulai dikalahkan oleh pesaing barunya.

Karena dengan semua produk yang dimiliki yahoo, mereka memberikan inspirasi oleh generasi penerusnya, seperti:

  • Yahoo Messenger tergantikan oleh whatsapp
  • Yahoo shoping tergantikan oleh amazon
  • Yahoo mail tergantikan oleh Gmail
  • Yahoo answer tergantikan oleh quora

Dari cerita yahoo tersebut, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil, salah satunya adalah, tentang bagaimana melihat potensi suatu perusahaan kecil yang dulunya kita remehkan. 

Dan tentunya fokuslah dengan dengan core value atau bisnis utama sebelum melakukan expand ke bisnis lainnya, setidaknya kita harus memperkuat core value atau bisnis utama yang kita jalankan.

Jadi apa pendapatmu tentang kejatuhan yahoo? 

Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya.

Leave a Comment